Featured Posts

[Travel][feat1]

PEMERINTAH KABUPATEN NATUNA

Seo Services

Apa Saja Syarat Pendirian BUMDes?

Februari 14, 2019
Apa Saja Syarat Pendirian BUMDes?
Sebenarnya, tidak sulit untuk mendirikan BUMDes atau Badan Usaha Milik Desa. Syarat pendirian BUMDes sangat sederhana.
Hanya saja, yang diperlukan hanyalah perencanaan yang matang dan komitmen yang kuat. Beberapa BUMDes sudah bisa dikatakan berhasil karena punya dua modal penting tersebut.
Tentu saja bagi beberapa desa yang ingin memiliki BUMDes harus melewati beberapa tahapan sebagai syarat pendirian BUMDes. Namun, jangan sepelekan yang tak tertulis, yaitu perencanaan dan komitmen. Pasalnya, tujuan BUMDes adalah untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh warga desa. Dan ini membutuhkan perencanaan yang matang, terukur, serta komitmen kuat yang ada pada pengurus BUMDes.
Setidaknya ada 3 langkah yang harus dilewati oleh setiap desa.
1.           Musyawarah
Karena ini adalah lembaga di tingkat desa, tentu harus ada musyawarah yang melibatkan seluruh elemen yang ada di desa, seperti kepala desa, tokoh masyarakat, LSM, dan lain sebagainya. Di dalam musyawarah ini, harus didapatkan sebuah kesempatan bahwasannya desa ingin memiliki BUMDes.
Tidak sampai di sana saja. Musyawarah harus juga membahas mengenai unit usaha, kepengurusan, sumber permodalan, dan hal-hal lain untuk mendukung program yang akan dijalankan.
Namun, yang terpenting, di dalam musyawarah tersebut, struktur organisasi serta unit usaha apa yang akan dikembangkan sudah ditentukan. Dengan demikian, sudah terlihat arah ke mana BUMDes ini akan dibawa.
2.           Pengaturan Organisasi
Langkah kedua adalah pembuatan peraturan organisasi BUMDes. Ini meliputi tugas dan fungsi masing-masing pengeloa BUMDes. Selain itu, pada tahap ini, dibahas juga rencana usaha yang akan dikembangkan lengkap dengan langkah apa yang segera harus dieksekusi.
3.           Pengembangan
Pada tahap ini, struktur organisasi sudah dibuat dan setiap divisi sudah mengerti tugas masing-masing. Jadi, pada tahap ini, pelaksaan kegiatan sudah dilakukan. Pembahasan lebih kepada hal-hal teknis seperti menentukan pihak ketiga yang akan diajak kerjasama, program pengembangan unit usaha yang sudah disepakati, serta merumuskan cara penggajian anggota BUMDes.
Itulah langkah yang harus dilakukan jika ada desa yang ingin mendirikan BUMDes.

Tantangan BUMDes

Sebenarnya, BUMDes ini sama seperti sebuah perusahaan. Hanya saja, ini perusahaan tingkat desa. Tentu beda dengan pengelolaan perusahaan yang sudah ada orang profesioal di dalamnya. Semua yang dilibatkan di BUMDes ini adalah orang desa.
Maka dari itu, salah satu tantangan yang berat adalah masalah pengaturan organisasi. Banyak BUMDes yang akhirnya jalan di tempat karena miskin dalam hal pengaturan organisasi. Meskipun pengurus sudah dibentuk, mereka tidak mampu menjalankan tanggungjawab dengan semestinya.
Tantangan kedua adalah menemukan dan mengembangkan potensi di desa. Sebenarnya, desa itu memiliki potensi, entah itu pertanian, wisata, perkebunan, dan lain sebagainya. Hanya saja, sulit untuk memadukan agar mereka bisa diajak bekerjasama untuk bersama-sama mengembangkan desa.
Tantangan selanjutnya adalah masalah promosi. Banyak yang sudah produktif namun promosi sangat kurang. Maka dari itu, kepengurusan BUMDes harus benar-benar jeli melihat peluang dan pintar dalam mencari cara untuk promosi. Percuma saja ada potensi desa dan sudah digali namun tidak bisa didistribusikan.
Pada intinya, pengurus BUMDes tidak bisa bekerja sendiri. Masyarakat desa juga harus ikut dilibatkan. Memberikan pengertian kepada masyarakat desa menjadi kunci kebehasilan BUMDes. Dan ini biasanya membutuhkan waktu yang tidak singkat. Namun, sekali lagi, dengan perencanaan yang matang serta komitmen yang kuat, maka BUMDes akan berkembang dan nampu meningkatkan perekonomian masyarakat desa.
Apa Saja Syarat Pendirian BUMDes? Apa Saja Syarat Pendirian BUMDes? Reviewed by BUMDesa.Natuna on Februari 14, 2019 Rating: 5

Penguatan Pengurus Bumdes

Desember 16, 2018
TA PUED, Adi Candra, SE dan Pengurus Bumdes Bintang Utara
Tenaga Ahli Pengembangan Usaha Ekonomi Desa (PUED) Kabupaten Natuna Adi Candra, SE melakukan kunjungan ke Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Bintang Utara Desa Teluk Buton Kecamatan Bunguran Utara dalam rangka penguatan manajemen pengelolaan keuangan pengurus Bumdes Bintang Utara pada tanggal 13 Desember 2018.
Kegiatan Penguatan manajemen keuangan tersebut dihadiri oleh seluruh pengurus Bumdes.
Adapun usaha Bumdes  Bintang Utara yang sedang dijalankan adalah Usaha Perdagangan kelontongan dan material bangunan.
Diharapkan dengan kegiatan tersebut, pengelolaan keuangan Bumdes Bintang Utara dapat dikelola dengan benar dan sesuai dengan ketentuan serta aturan yang berlaku.
Kegiatan yang sama juga akan dilaksanakan oleh Tenaga Pendamping Desa dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Natuna ke Bumdes-Bumder yang ada di seluruh Kabupaten Natuna (Admin).
Penguatan Pengurus Bumdes Penguatan Pengurus Bumdes Reviewed by BUMDesa.Natuna on Desember 16, 2018 Rating: 5

BUMDes Serasan Natuna fokus mengelola Home Industri Tikar Pandan Sampai Gula Aren

Desember 15, 2018
NATUNA – Hari kedua kunjungan kerja di Kecamatan Serasan Wabub Natuna, Ngesti Yuni Suprapti Dialog bersama Warga.Pertemuan berlangsung di gedung pertemuan Kantor Camat Serasan Timur, di Desa Arung Ayam, Senin, (08/10/2018)


Wabub Ngesti Senang mendengar kabar baik dari Masyarakat , selain mata pencarian utama  melaut para ibu ibu  juga terus giat produksi Tikar pandan yang berupa tampilan tikar yang berwarna-warni dengan dominan warna merah, hijau, ungu, kuning, bahkan hitam, menjadikan daya tarik tersendiri.
BUMDes Serasan Natuna fokus mengelola Home Industri Tikar Pandan Sampai Gula Aren BUMDes Serasan Natuna fokus mengelola Home Industri Tikar Pandan Sampai Gula Aren Reviewed by BUMDesa.Natuna on Desember 15, 2018 Rating: 5

Kadis PMD Sebut Baru 57 BUMDes yang Aktif di Kabupaten Natuna

Desember 15, 2018
RANAI — Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Natuna, Indra Joni, mengatakan saat ini desa di Kabupaten Natuna sudah memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang aktif sebanyak 57 desa.
” Itu dikelompokkan kembali, 22 BUMDes berjalan, dan 10 BUMDes yang benar-benar aktif. “Kata Indra saat diwawancarai di acara buka bersama Aliansi Jurnalis Online Indonesia, Senin, 21 Mei 2018.
Indra menyebut, DPMD masih terus menggenjot, dan memfasilitasi 13 BUMDes yang belum terbentuk.
Indra menerangkan, rata-rata BUMDes bergerak dibidang penyewaan tenda, pengelolaan pariwisata, depot air minum, peralatan pertanian, tenda kursi, pengelolaan pangkalan minyak tanah, dan penampungan gula ijuk.
Indra menambahkan, untuk pertanggung jawaban BUMDes ada dua yaitu, penyertaan modal dari desa, dan dana bantuan. Jadi pengelolaan pertanggung jawaban tersebut melalui start merin dirapat, dan penyertaan modal BUMDes juga harus dilaporkan ke desa.
Indra menuturkan, tujuan BUMDes ada pada penyertaan modal dan MoU untuk menghasilkan PADes Desa. Tetapi pada tahun 2017, baru ada beberapa BUMDes yang memiliki keuntungan puluhan juta rupiah. ” Dengan penghasilan tersebut, BUMDes bisa membantu PADes desa masing-masing walaupun sedikit, tutupnya.”(Admin)
Kadis PMD Sebut Baru 57 BUMDes yang Aktif di Kabupaten Natuna Kadis PMD Sebut Baru 57 BUMDes yang Aktif di Kabupaten Natuna Reviewed by BUMDesa.Natuna on Desember 15, 2018 Rating: 5

Dinilai Cepat Berkembang, Natuna Pilih Desa Payak Sebagai Desa Terbaik

Desember 15, 2018
Natuna - Desa Payak, Kecamatan Serasan Timur menjadi desa terbaik di Kabupaten Natuna. Desa ini menjadi juara pertama lomba desa dan kelurahan tingkat Kabupaten Natuna 2018. Payak dianggap sebagai desa kategori cepat berkembang.
Sementara itu, Kelurahan Sedanau, Kecamatan Bunguran Barat sebagai kelurahan terbaik. Kadis PMD Kabupaten Natuna, Indra Joni menjelaskan, lomba desa dan kelurahan Tingkat kabupaten Natuna mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 81 tahun 2015 tentang evaluasi desa dan kelurahan. 
Indikator yang dinilai adalah pemerintahan, bidang kewilayahan dan bidang kemasyarakatan. "Untuk penilaian lomba ada tahapan yaitu bulan maret -april, penilaian Lomba desa/kelurahan, tingkat Kecamatan  oleh panitia, serta penilaian juara lomba desa masing-masing kecamatan pada mulai Mei-juni kemarin," jelas Joni kepada batamnews.co.id, Kamis, (28/06/2018).
Bupati Natuna, Hamid Rizal saat melakukan kunjungan kerja ke Serasan Timur
Yang menjadi penilaian lomba dikatakan dia, diantaranya Bidang Pemerintahan meliputi administrasi pemerintahan desa, keuangan desa, Badan Permusyawaraan Desa (BPD) tentang kegiatan-kegiatan pembangunan, wilayah desa, peraturan-peraturan desa yang diterbitkan. 
Selain itu bidang kewilayahan, inovasi teknologi tepat guna, kewenangan kewilayahan dan Badan Usaha. Bidang Kemasyarakatan, Pendidikan, Kesehatan, Partisipasi Masyarakat, Keamanan Ketertiban.
Bupati Natuna, Hamid Rizal saat melakukan kunjungan kerja ke Serasan Timur. Desa Payak di Kecamatan ini terpilih sebagai desa terbaik 2018
"Setelah dinilai itu semua dan menjadi juara, maka pemenang  akan mendapatkan piagam penghargaan dari Bupati Natuna serta uang pembinaan yang akan diserahkan pada Hari Ulang Tahun Natuna Tanggal 12 Oktober nanti," pungkasnya
Hasil Penilaian Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Kabupaten Natuna Tahun 2018, Juara 1 Desa Payak, Juara Dua diraih oleh Desa Kelarik dan Juara Ketiga Desa Tapau. 
Sedangkan pemenang Lomba Kelurahan, Juara 1 diraih Kelurahan Sedanau, Juara Dua Kelurahan Bandarsyah dan juara ketiga diraih Kelurahan Sabang Barat.
(m. rozali)

Dinilai Cepat Berkembang, Natuna Pilih Desa Payak Sebagai Desa Terbaik Dinilai Cepat Berkembang, Natuna Pilih Desa Payak Sebagai Desa Terbaik Reviewed by BUMDesa.Natuna on Desember 15, 2018 Rating: 5
Gambar tema oleh Flashworks. Diberdayakan oleh Blogger.